Kamis, 24 November 2011

5 Manfaat Konsumsi Sayuran Oranye

Banyak ragam dan jenis sayuran yang bisa dengan mudah kita dapatkan di alam ini. Bentuk dan warnanya pun sangat bervariasi. Ada yang merah, hijau, oranye, kuning, dan ungu. Semuanya tentu sangat bermanfaat buat kesehatan.Selama ini, sayuran berwarna hijau mungkin lebih dikenal dan menjadi pilihan. Namun, tidak ada salahnya jika Anda mulai membuat variasi dengan mengonsumsi sayuran berwarna oranye. Para ahli kesehatan di Kanada merekomendasikan untuk mengonsumsi sayuran berwarna oranye setiap harinya. Mengapa?

1. Melawan kanker payudara pada stadium awal
Retinoic acid adalah zat yang berasal dari vitamin A, yang banyak terdapat pada kentang manis dan wortel. Penelitian yang dilakukan oleh Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, menunjukkan asam retinoat mempunyai sifat sebagai pelawan kanker payudara pada tahap awal (stadium dua), tetapi tidak dalam stadium di atasnya.

2. Meningkatkan beta-karotena
Beta-karotena adalah salah satu zat antioksidan yang terdapat pada sayuran-sayuran seperti wortel, kentang, dan labu. Beta-karotena mempunyai peran dalam mengatur sistem kekebalan tubuh dan menjaga pengelihatan tetap baik. Beta-karotena adalah nutrisi yang larut dalam lemak dan sebuah studi menunjukkan bahwa menggoreng sayuran tertentu dengan sedikit minyak dapat meningkatan kandungan beta-karotena sebesar 63 persen untuk wortel dan 53 persen pada labu.

3. Melindungi jantung
Studi menunjukkan bahwa tingkat alfa dan beta-karotena, juga antioksidan yang lebih tinggi, dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.

4. Melindungi mata
Labu dan wortel kaya akan lutein dan zeaxanthin, dua pigmen tumbuhan yang membantu mencegah katarak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Ophthalmology yang melibatkan lebih dari 35.000 wanita menunjukkan bahwa mereka yang mendapat jumlah pigmen tertinggi dalam diet (6.716 mikrogram per hari) memiliki risiko 18 persen lebih rendah mengidap katarak.

5. Tingkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan vitamin B6 yang terdapat pada wortel dan labu memiliki peran dalam pertumbuhan sel darah dan metabolisme protein. Bukan hanya itu, vitamin ini juga membantu sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan penyakit.
Sumber :http://health.kompas.com/read/2011/11/23/12043645/5.Manfaat.Konsumsi.Sayuran.Oranye

Sabtu, 21 Mei 2011

Kubis Bisa Menangkal Racun


Jakarta - Sayuran ini sudah sangat populer. Sering dipakai sebagai campuran sup, pelengkap menu siomay atau sebagai lalapan. Tidak hanya enak dan segar, kubis pun kaya akan nutrisi. Kubis juga bisa menangkal radikal bebas alias antikanker begitu di kutip dari detikfood.

Kubis adalah salah satu jenis sayuran yang mudah dijumpai di Indonesia, karena tidak mengenal musim sama sekali. Tidak hanya di pasar tradisional, kubis atau kol ini bisa didapat hingga pasar swalayan dengan harga yang relatif murah. Meskipun banya, kubis termasuk sayuran yang kaya akan nutrisi.

Kubis segar mengandung banyak vitamin A, vitamin B6, C, dan juga E. Kandungan vitamin C yang tinggi dapat mencegah penyakit skorbut atau sariawan akut. Selain keempat vitamin tadi, kubis juga mengandung vitamin K yang dapat mencegah terjadinya pendarahan karena kekurangan vitamin K.

Dengan mengkonsumsi kubis segar, tubuhpun tercukupi nutrisinya. Karena kubis mengandung kalsium, fosfor,natrium, dam zat besi. Sejumlah senyawa dalam kubis dapat merangsang pembentukan glutation, yaitu zat yang digunakan untuk menonaktifkan segala racun yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Sayuran yang masuk ke dalam jenis kubis selain kol adalah brokoli dan brussels sprout. Menurut Johnny Bowden, kubis adalah salah satu jenis sayuran yang sangat penting karena kemampuannya melawan kanker. Mengapa demikian? Karena kubis memiliki phytochemical termasuk sulforaphane. Berdasarkan penelitian mampu melindungi tubuh terhadap penyebab kanker yang berasal dari radikal bebas, dan indoles, serta membantu memetabolisme estrogen.

Meskipun nutrisi dalam kubis cukup banyak, ada satu hal yang patut diperhatikan. Semua jenis kubis-kubisan mengandung senyawa yang dapat merangsang pembentukan gas dalam lambung, sehingga menimbulkan rasa kambung. Apabila Anda termasuk orang yang memiliki masalah dengan asam lambung sebaiknya batasi asupan kubis.